Mobil Idaman

Nissan X Trail Manual Transmission

Comments (13)

Shalahuddin Farm

Shalahuddin Farm Management and Improvement….

Comments (15)

Flexi Gaul Cerdas,Mendukung Komunikasi dan Usaha (dan juga gaya)

Pilihan Bagi Yang Muda,Gaul,Cerdas dan Mandiri

Comments (15)

Tiga Tokoh, Tiga Model Kekuasaan (Part 3 End).

Ini dia bagian akhir dari judul ini…

Kekuasaan Kaisar Romawi

Kekuasaan Romawi tidak jauh berbeda dibandingkan Persia. Daerah-daerah jajahan menjadi sapi perahan kerajaan sehingga penduduknya tidak memiliki loyalitas tinggi kepada negara terutama yang tinggal di wilayah Asia dan Afrika. Mereka justru manaruh harapan kepada para penyerang yang dating dan mengharap membebaskan diri mereka dari belenggu kekuasaan Romawi. Daerah-daerah itu menjadi ajang perebutan kekuasaan kedua negara besar itu sampai kemudian dikuasai Khalifah Abu Bakar Shiddiq dan Umar Bin Khattab Radhiallaahu ‘anhum.
Ketika Kaisar Heraklius menerima surat da’wah Rasulullah SAW ia bertanya kepada orang arab yang tengah berada di Yerusalem. Kebetulan yang ditemuinya Abu Sufyan yang sedang pergi berdagang. Ketika mendengar cirri-ciri Muhammad SAW dan membaca surat da’wah beliau, Heraklius berkata ; “Inilah orang yang dinanti-nantikan,tetapi tak kusangka datangnya dari negei padang pasir itu. Jikalau ia dating ke tempatku kini niscaya kubasuh kakinya.” Seketika gemparlah para pendeta yang berada di sekitar Heraklius menunjukkan kemarahannya sehingga Kaisar Romawi itu urung memeluk Islam.
Terlepas apakah Heraklius sedang berpolitik demngan ungkapannya yang menggemparkan itu, tetapi yang jelas Romawi saat itu tengah mengalami krisis yang luar biasa. Jangankan solidaritas dibangun diatas agama yang kokoh, bahkan pertikaian besar diantara gereja-gereja mengenai sifat-sifat Al Masih sangat mengancam keutuhan negaranya. Orang-orang Yakobian di Mesir dan Syam menentang pendapat gereja Konstantinopel. Pertentangan itu tidak diperoleh jalan tengahnya dan senantiasa menjadi bibit perpecahan diantara rakyatnya.
Raja-raja Romawi semenjak Kaisar Konstantin (325 M) memeng bersifat pragmatis. Karena agama Nasrani berkembang tak terbendungkan akhirnya mereka memeluk agama itu dengan harapan dapat menyatukan kehidupan bangsa dan negaranya. Tetapi akhirnya para raja itu terlibat pertentangan-pertentangan gereja yang sangat parah. Boleh jadi pikiran pragmatis Heraklius pada mulanya member inspirasi untuk menerima Islam untuk menyatukan agama rakyatnya. Tetapi munculnya reaksi keras para pendeta menyebabkan Heraklius khawatir jangan-jangan dengan ia memeluk  Islam pertentangan justru akan semakin lebih parah dan kerajaan semakin sukar untuk dipersatukan secara ideologis.

Kekuasaan Rasulullah SAW

Sebagai seorang pemimpin, Muhammad SAW menyadari penghayatan missal terhadap Islam baik secara konsepsional maupun operasional akan sangat menentukan kesatuan hidup kaum Muslimin dan bahkan ummat agama lain yang hidup dibawah naungan negara Islam pada saat itu.
Oleh karena itu solidaritas yang dibangun ajaran Al-Quran sungguh-sungguh di praktikan secara sempurna dalam kehidupan beliau dan para pengikutnya. Begitu mereka terlepas dari naungan ajaran sikap-sikap jahiliyah akan muncul kembali ditengah-tengah mereka.
“Sesungguhnya orang mulia diantara kamu disisi Allah adalah mereka yang lebih bertakwa” adalah ajaran universal dari Islam mengenai martabat manusia. Dengan ajaran ini kaum budak dan tuan berhimpun,orang negro,Arab,Romawi dan lainnya berkumpul serta kaum kaya dan miskin bertemu. Solidaritas sepeti ini menggemparkan dunia pada saat itu yang menyebabkan Persia maupun Romawi merasa terancam dengan kedatangan Islam dengan dasar-dasar kekuasaan yang kokoh.
Bahkan hubungan diantara pemimpin dan pengikut pun terwarnai oleh ajatan solidaritas yang hakiki. Jika kaisar-kaisar dianggap sakral dan memiliki keistimewaan yang luar biasa, maka Rasulullah SAW pergi berbelanja ke pasar ,mencuci bajunya sendiri dan turut berkucur keringat menggali parit ketika terjadi perang Khandaq. Salah seorang sahabat, Al-Barra, menceritakan keadaan Rasulullah SAW ketika itu ; “Karena tebalnya tanah yang melumuri tubuh beliau SAW sampai aku tak dapat melihat perut beliau yang berambut banyak (H.R Bukhari)

Dapatkah kita membandingkan dua kekuasaan yang dibangun oleh ambisi dan nafsu dengan sebuah kekuasaan yang dibangun sifat-sifat kemanusiaan yang berdasarkan wahyu.
Kami nukilkan perbincangan Rasulullah SAW dengan para Shahabat RA menjelang Perang Badar pda tahun 2 H.
Berkata Al-Miqdad bin Amr seraya berdiri ,“ Wahai Rasulullah,majulah terus seperti yang diperlihatkan Allah kepada engkau. Kami akan bersama engkau. Demi Allah, kami tidak akan berkata kepda engkau sebagaimana Bani Israel yang berkata kepada Musa, ‘Pergi engkau sendiri bersama Rabb-mu lalu berperanglah kalian berdua. Sesungguhnya kami ingin duduk saja menanti di sini saja’. Tetapi pergilah engkau bersama Rabb-mu lalu berperanglah kalin berdua, dan sesungguhnya kami akan berperang bersama kalian berdua. Demi yang mengutusmu dengan kebenaran, andaikata engkau pergi membawa kami ke dasar sumur yang gelap, maka kami pun siap bertempur bersama engkau hingga engkau bis mencapai tempat itu.”
Itulah pendapat yang disampaikan tiga komandan dari  pasukan Muhajirin Abu Bakar,Umar dan Al-Miqdad
Kemudian Rasulullah SAW ingin mendengar pendapat dari para Komandan Ansar yang kemudian dijawab oleh Sa’d bin Mua’dz sebagai berikut ;
Sa’d berkata, “Kami sudah beriman kepada engkau. Kami sudah membenarkan engkau. Kami sudah bersaksi bahwa apa yang engkau bawa adalah kebenaran. Kami sudah memberikan sumpah dan janji kami untuk patuh dan taat. Maka majulah terus wahai Rasulullah seperti yang engkau kehendaki. Demi yang mengutus engkau dengan kebenaran, andaikata engkau bersama kami terhalang lautan lalu engkau terjun kedalam laitan itu, kami pun akan terjun bersama engkau. Tak seorang pun diantara kami yang akan mundur. Kami suka jika besok engkau berhadapan dengan musuh bersama kami. Sesungguhnya kami dikenal orang-orang yang sabar dalam peperangan dan jujur dalam pertempuran. Semoga Allah memperlihatkan kepadamu tentang diri kami,apa yang engkau senangi. Maka majulah bersama kami dengan baraqah Allah.

Pada perang ini Allah Allah memberikan pertolongan dan kemenangan bagi kaum Muslimin dengan bantual Malaikat yang Allah turunkan secara bergelombang,sebagian dating lalu disusul sebagian yang lain,tidak dating secara serempak dalam satu waktu.

Semoga bermanfaat dan menambah iman dan takwa kita kepada Allah Ta’ala

Comments (9)

Tiga Tokoh, Tiga Model Kekuasaan (Part 2).

Setelah sebelumnya dijelaskan secara singkat ini kelanjurannya…satu per satu.

Kekuasaan Kaisar Persia

Khasru Parvis II memiliki angkatan perang yang dasyat dan dengan kekuasaannya yang besar ia merasa menjadi manusia yang hebat. Tetapi kekuasaannya yang besar itu tidak didukung oleh solidaritas yang kuat karena tindakannya yang kejam dan mementingkan diri sendiri. Naiknya Parvis II ke singgasana kerajaan saja dengan cara kudeta,sudah menjadi bibit tersendiri bahwa kekuasaannya yang dibangun atas kekuatan militer tak akan solid.
Agama Majusi yang berkembang di Persia pada akhirnya lebih mirip budaya yang mempertuhankan penguasa. Hal ini diketahui dari dua orang algojo Yaman yang diutus raja mereka untuk membunuh Rasulullah SAW. Raja Yaman sendiri melakukan hal itu atas perintah Khasru Parvis II karena saat itu Yaman menjadi satelit imperium Persia. Parvis II marah ketika Rasulullah SAW mengirim surat da’wah kepada dirinya. Kedua algojo itu berkumis malang melintang dangan dagu yang bersih dan ketika Rasulullah SAW bertanya tentang model kumisnya itu keduanya berkata : “ Tuhan kami (maksudnya Raja Persia) yang menyuruh kami seperti ini.
Keangkuhan Khasru Parvis II luar biasa, karena dengan sombongnya ia menghinakan Rasulullah SAW dengan menyiksa utusan beliau dan merobek-robek surat da’wah yang beliau kirimkan. Padahal secara factual saat itu (Maret 628 M) kerajaan Persia sendiri tengah mengalami kepungan dasyat dari kaisar Heraklius yang terus menerus mengalami kemenangan atas tentara Persia. Kekuasaan Kaisar Persia yang tampaknya besar itu kemudian terbukti tidak memiliki landasan yang kokoh, sebagaimana syarat yang diungkapkan Ibnu Khaldun. Solidaritas dan soliditas masyarakatnya sangat lemah, bahkan di lingkungan keluarga kerajaan sekalipun.
Dalam situasi genting itu bukannya solidaritas dan soliditas meningkat, namun sebaliknya justru semakin hancur. Kavadh II anak Parvis II melakukan kudeta berdarah yang menyebabkan ayahnya sendiri dibunuh dengan bengis. Kavadh II rupanya lebih realistis terhadap kekuasaan yang dimilikinya sehingga ia harus memaksakan kebijakan yang menuntut dirinya baik, yakni berdamai dengan pihak Romawi. Kekuasaan Parvis II yang angkuh dan merasa besar itu habis di tangan anaknya sendiri yaitu Kavadh II.

Comments (7)

Tiga Tokoh, Tiga Model Kekuasaan (Part 1).

Dalam satu zaman,tiga penguasa member pelajaran paling berharga

Ada tiga tokoh yang hidup di pusat peradaban dunia pada dakade ketiga abad ketujuh Masehi. Mereka adalah Heraklius, Kaisar Romawi ; Khasru Parvis II ,Kaisar Persia ; dan Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam pembawa risalah Islam Dario jazirah arab.
Di tahun 622 M ketiganya merupakan orang yang berkuasa di wilayahnya masing-masing. Keraklius mengokohkan kekuasaannya dengan melakukan kudeta pada tahun 610 M dengan menjungkalkan Kaisar Phocas (602-610 M). Khasru Parvis II merebut kekuasaan dari Khasru Hormuz (579-590 M) dengan dibantu Maurice (582-602 M) dari Romawi. Muhammad SAW mengokohkan kekuasaan baru di Madinah setelah berhasil mengkonsolidasi penduduknya diatas ajaran Islam pada tahun 622 M.
Ketika Rasulullah SAW pertama kali menapakkan kaki di Madinah, Heraklius tengah sibuk membenahi negaranya dari keruntuhan total akibat kerusuhan dalm negeri dan rongrongan Persia. Wilayah kekuasaannya di Asia dan Afrika nyaris ludes digilas serdadu Khasru Parvis II yang sampai dengan tahun 616 M berhasil menduduki Suriah Utara,Asia Kecil,Damaskus dan Mesir. Perang telah meluluh-lantakkan kehidupan masyarakat Romawi dan menguras harta kekayaan negara sehingga untuk bertahan di tahtanya pun Kaisar Heraklius harus berjuang mati-matian.
Ketika Muhammad SAW mengambil perjanjian dari penduduk Madinah –terutama kaum Yahudi—untuk hidup bersama dalam sebuah institusi negara, Kaisar Parvis II tengah pada puncak kejayaannya. Tetapi tak urung perang panjang dengan Romawi membuat negaranya kepayahan dan sedikit demi sedikit memperlihatkan degradasinya. Kekuasaan yang dibangun dari sebuah proses kudeta juga membuatnya senantiasa hidup dalam ancaman dendam dan kesumat orang-orang di sekitarnya.

Bersambung pada Part 2….

Comments (12)

Shalahuddin Farm Project 2010

Kunjungi link dibawah ini untuk mendapatkan data yang lebih lengkap.

http://shalahuddinfarm.wordpress.com

Comments (19)

TEKNIK PUBLIKASI

Publikasi pada dasarnya merupakan suatu upaya menarik minat masyarakat mengikuti kegiatan yang direncanakan oleh suatu lembaga sosial maupun sekelompok anggota masyarakat.
Sebelum melangkah pada kegiatan publikasi, harus ditetapkan terlebih dahulu beberapa hal yang berkaitan dengan kegiatan tersebut.

1. Keterkaitan dengan Topik kegiatan.
2. Keterkaitan dengan sumberdaya yang ada.
3. Keterkaitan mengenai segmentasi pasar.
4. Keterkaitan masalah penentuan biaya peserta.
5. Keterkaitan mengenai penggunaan media publikasi. Read the rest of this entry »

Comments (16)

MANAJEMEN DAKWAH KAMPUS

Manajemen semula digunakan dalam dunia bisnis, industri dan bidang-bidang usaha lainnya. Kini hampir seluruh bidang yang melibatkan orang banyak memerlukan ilmu manajemen guna terlaksana mekanisme yang baik. Dalam mengurus dakwah kampus, ilmu manajemen juga diperlukan agar pengelolaan dakwah kampus bisa dilaksanakan semaksimal mungkin dengan hasil yang besar.
Oleh karena itu, ilmu manajemen sangat diperlukan dalam kita mengelola dakwah kampus pada saat ini, sehingga dakwah kampus bisa terus berjalan dan bisa berperan sebagai salah satu pusat perubahan masyarakat ke arah yang lebih baik. Read the rest of this entry »

Comments (16)

PROFESIONALISME LEMBAGA : SUATU KEMESTIAN

DALIL

1. Dalil Naqli
-Al Qur’an Surah 61 ayat 4 :
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.”
– Al Qur’an Surah 27 ayat 17 :
“Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung, lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan)”.
– Hadits riwayat Bukhari :
“Apabila amanah (kepercayaan) sudah disia-siakan maka tunggulah datangnya hari kiamat.” Seorang Sahabat bertanya: “Bagaimana menyai-nyiakannya? Rasulullah SAW bersabda: “Apabila sesuatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah datangnya hari kiamat.” Read the rest of this entry »

Comments (17)

« Previous entries Next Page »