PROFESIONALISME LEMBAGA : SUATU KEMESTIAN

DALIL

1. Dalil Naqli
-Al Qur’an Surah 61 ayat 4 :
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.”
– Al Qur’an Surah 27 ayat 17 :
“Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung, lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan)”.
– Hadits riwayat Bukhari :
“Apabila amanah (kepercayaan) sudah disia-siakan maka tunggulah datangnya hari kiamat.” Seorang Sahabat bertanya: “Bagaimana menyai-nyiakannya? Rasulullah SAW bersabda: “Apabila sesuatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah datangnya hari kiamat.”

2. Dalil Aqli
a. Fitrah  manusia yang senantisa menginginkan ketertiban dan kerapihan
b. Kerjasama (amal jama’i)  yang berhasil mensyaratkan adanya aturan tertentu
c. Lembaga/organisasi non Islam kontemporer memiliki profesionalisme yang tinggi
d. Profesionalisme lembaga merupakan promosi yang paling ampuh di masyarakat

PENGERTIAN
Profesionalisme :
Sifat kreatif, terampil, disiplin, dan tekun yang melekat pada diri seseorang/organisasi.
Lembaga (wajihah)  :
Sekelompok muslim yang ikhlas bekerjasama secara formal dalam suatu aturan tertentu yang Islami  dalam rangka sya’biyatut da’wah.
Profesionalisme Lembaga :
Kreatifitas, keterampilan, kedisiplinan, dan ketekunan yang dimiliki oleh para anggota sebuah lembaga dalam rangka mensukseskan program sya’biyatut da’wah.

PERANAN LEMBAGA (WAJIHAH) DALAM DA’WAH
1. Sebagai sarana ‘penghubung” antara para da’i dengan masyarakat
2. Sebagai sarana aplikasi pemahaman amal jama’i
3. Sebagai sarana memunculkan syakhsiyah barizah
4. Sebagai sarana aplikasi program da’wah
5. Sebagai sarana nashrul fikroh

MENINGKATKAN PROFESIONALISME

1. Kreatifitas

Hambatan Terhadap Kreatifitas

Perilaku Negatif
– Pengikut aturan secara rutin
– Ketegangan yang berlebihan
– Takut mengalami kegagalan
– Percaya bahwa dirinya tidak kreatif

Pendobrak Hambatan Kreatif
– Penyesuaian perilaku
– Merombak aturan-aturan yang
sudah ketinggalan jaman

2. Keterampilan/Keahlian

Hambatan Terhadap Keterampilan/Keahlian
– Malas belajar
– Motivasi rendah
– Ketiadaan disiplin waktu

Asumsi akan kegagalan
– Hidup dalam rutinitas/kebiasaan
– Tidak Terampil/Ahli

Pendobrak Hambatan Keterampilan/Keahlian
– Rajin Belajar
– Motivasi tinggi
– Kemampuan membagi waktu
– Keyakinan akan sukses
– Hidup dengan inovasi dan resiko

3. Kedisiplinan
Sebab tidak disiplin :
1. Latar belakang keluarga/lingkungan
2. Terlalu menggampangkan persoalan
3. Kurangnya taqorubbillah
4. Banyaknya waktu senggang
5. Rendahnya keyakinan untuk berhasil
Cara mendisplinkan diri :
1. Sadar akan pengawasan Allah (taqorubbillah)
2. Totalitas dalam bekerja
3. Membuat skedul/rencana aktivitas
4. Rela mengorbankan kesenangan syahwat
5. Rajin mengevaluasi diri
6. Konsekuen dengan rencana/janji

4. Ketekunan
Ciri orang yang tekun    Ciri orang yang tidak tekun
Tidak pembosan    Pembosan
Mempunyai pendirian    Plin-plan/ragu-ragu
Bertanggung jawab    Menghindari bertanggung jawab
Memiliki idealita/ambisi    Idealita/ambisinya rendah
Teliti    Ceroboh
Tidak cepat puas    Menerima apa adanya
Berpenampilan rapih    Tidak rapih
Suka pada keindahan    Selera terhadap keindahan rendah
Memiliki daya ingat yang tinggi    Pelupa
Bekerja tanpa diawasi    Memerlukan pengawasan terus
Optimis    Pesimis

Inspire To Shalahuddin Corporation

Belajar Takwa , Menjadi Mukmin Seutuhnya

17 Comments »

  1. venty Said,

    March 1, 2010@ 5:07 pm      

    memanglah benar bahwasannya PROFESIONALISME LEMBAGA sangatlah perlu diterapkan… agar didalam aplikasi di kehidupan dapat mensejahterakan setiap profesi sesuai dengan daya gunanya…

  2. nieza Said,

    March 31, 2010@ 12:49 pm      

    boleh juga nie


RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Comment