Tiga Tokoh, Tiga Model Kekuasaan (Part 1).

Dalam satu zaman,tiga penguasa member pelajaran paling berharga

Ada tiga tokoh yang hidup di pusat peradaban dunia pada dakade ketiga abad ketujuh Masehi. Mereka adalah Heraklius, Kaisar Romawi ; Khasru Parvis II ,Kaisar Persia ; dan Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam pembawa risalah Islam Dario jazirah arab.
Di tahun 622 M ketiganya merupakan orang yang berkuasa di wilayahnya masing-masing. Keraklius mengokohkan kekuasaannya dengan melakukan kudeta pada tahun 610 M dengan menjungkalkan Kaisar Phocas (602-610 M). Khasru Parvis II merebut kekuasaan dari Khasru Hormuz (579-590 M) dengan dibantu Maurice (582-602 M) dari Romawi. Muhammad SAW mengokohkan kekuasaan baru di Madinah setelah berhasil mengkonsolidasi penduduknya diatas ajaran Islam pada tahun 622 M.
Ketika Rasulullah SAW pertama kali menapakkan kaki di Madinah, Heraklius tengah sibuk membenahi negaranya dari keruntuhan total akibat kerusuhan dalm negeri dan rongrongan Persia. Wilayah kekuasaannya di Asia dan Afrika nyaris ludes digilas serdadu Khasru Parvis II yang sampai dengan tahun 616 M berhasil menduduki Suriah Utara,Asia Kecil,Damaskus dan Mesir. Perang telah meluluh-lantakkan kehidupan masyarakat Romawi dan menguras harta kekayaan negara sehingga untuk bertahan di tahtanya pun Kaisar Heraklius harus berjuang mati-matian.
Ketika Muhammad SAW mengambil perjanjian dari penduduk Madinah –terutama kaum Yahudi—untuk hidup bersama dalam sebuah institusi negara, Kaisar Parvis II tengah pada puncak kejayaannya. Tetapi tak urung perang panjang dengan Romawi membuat negaranya kepayahan dan sedikit demi sedikit memperlihatkan degradasinya. Kekuasaan yang dibangun dari sebuah proses kudeta juga membuatnya senantiasa hidup dalam ancaman dendam dan kesumat orang-orang di sekitarnya.

Bersambung pada Part 2….

Leave a Comment