Tiga Tokoh, Tiga Model Kekuasaan (Part 3 End).

Ini dia bagian akhir dari judul ini…

Kekuasaan Kaisar Romawi

Kekuasaan Romawi tidak jauh berbeda dibandingkan Persia. Daerah-daerah jajahan menjadi sapi perahan kerajaan sehingga penduduknya tidak memiliki loyalitas tinggi kepada negara terutama yang tinggal di wilayah Asia dan Afrika. Mereka justru manaruh harapan kepada para penyerang yang dating dan mengharap membebaskan diri mereka dari belenggu kekuasaan Romawi. Daerah-daerah itu menjadi ajang perebutan kekuasaan kedua negara besar itu sampai kemudian dikuasai Khalifah Abu Bakar Shiddiq dan Umar Bin Khattab Radhiallaahu ‘anhum.
Ketika Kaisar Heraklius menerima surat da’wah Rasulullah SAW ia bertanya kepada orang arab yang tengah berada di Yerusalem. Kebetulan yang ditemuinya Abu Sufyan yang sedang pergi berdagang. Ketika mendengar cirri-ciri Muhammad SAW dan membaca surat da’wah beliau, Heraklius berkata ; “Inilah orang yang dinanti-nantikan,tetapi tak kusangka datangnya dari negei padang pasir itu. Jikalau ia dating ke tempatku kini niscaya kubasuh kakinya.” Seketika gemparlah para pendeta yang berada di sekitar Heraklius menunjukkan kemarahannya sehingga Kaisar Romawi itu urung memeluk Islam.
Terlepas apakah Heraklius sedang berpolitik demngan ungkapannya yang menggemparkan itu, tetapi yang jelas Romawi saat itu tengah mengalami krisis yang luar biasa. Jangankan solidaritas dibangun diatas agama yang kokoh, bahkan pertikaian besar diantara gereja-gereja mengenai sifat-sifat Al Masih sangat mengancam keutuhan negaranya. Orang-orang Yakobian di Mesir dan Syam menentang pendapat gereja Konstantinopel. Pertentangan itu tidak diperoleh jalan tengahnya dan senantiasa menjadi bibit perpecahan diantara rakyatnya.
Raja-raja Romawi semenjak Kaisar Konstantin (325 M) memeng bersifat pragmatis. Karena agama Nasrani berkembang tak terbendungkan akhirnya mereka memeluk agama itu dengan harapan dapat menyatukan kehidupan bangsa dan negaranya. Tetapi akhirnya para raja itu terlibat pertentangan-pertentangan gereja yang sangat parah. Boleh jadi pikiran pragmatis Heraklius pada mulanya member inspirasi untuk menerima Islam untuk menyatukan agama rakyatnya. Tetapi munculnya reaksi keras para pendeta menyebabkan Heraklius khawatir jangan-jangan dengan ia memeluk  Islam pertentangan justru akan semakin lebih parah dan kerajaan semakin sukar untuk dipersatukan secara ideologis.

Kekuasaan Rasulullah SAW

Sebagai seorang pemimpin, Muhammad SAW menyadari penghayatan missal terhadap Islam baik secara konsepsional maupun operasional akan sangat menentukan kesatuan hidup kaum Muslimin dan bahkan ummat agama lain yang hidup dibawah naungan negara Islam pada saat itu.
Oleh karena itu solidaritas yang dibangun ajaran Al-Quran sungguh-sungguh di praktikan secara sempurna dalam kehidupan beliau dan para pengikutnya. Begitu mereka terlepas dari naungan ajaran sikap-sikap jahiliyah akan muncul kembali ditengah-tengah mereka.
“Sesungguhnya orang mulia diantara kamu disisi Allah adalah mereka yang lebih bertakwa” adalah ajaran universal dari Islam mengenai martabat manusia. Dengan ajaran ini kaum budak dan tuan berhimpun,orang negro,Arab,Romawi dan lainnya berkumpul serta kaum kaya dan miskin bertemu. Solidaritas sepeti ini menggemparkan dunia pada saat itu yang menyebabkan Persia maupun Romawi merasa terancam dengan kedatangan Islam dengan dasar-dasar kekuasaan yang kokoh.
Bahkan hubungan diantara pemimpin dan pengikut pun terwarnai oleh ajatan solidaritas yang hakiki. Jika kaisar-kaisar dianggap sakral dan memiliki keistimewaan yang luar biasa, maka Rasulullah SAW pergi berbelanja ke pasar ,mencuci bajunya sendiri dan turut berkucur keringat menggali parit ketika terjadi perang Khandaq. Salah seorang sahabat, Al-Barra, menceritakan keadaan Rasulullah SAW ketika itu ; “Karena tebalnya tanah yang melumuri tubuh beliau SAW sampai aku tak dapat melihat perut beliau yang berambut banyak (H.R Bukhari)

Dapatkah kita membandingkan dua kekuasaan yang dibangun oleh ambisi dan nafsu dengan sebuah kekuasaan yang dibangun sifat-sifat kemanusiaan yang berdasarkan wahyu.
Kami nukilkan perbincangan Rasulullah SAW dengan para Shahabat RA menjelang Perang Badar pda tahun 2 H.
Berkata Al-Miqdad bin Amr seraya berdiri ,“ Wahai Rasulullah,majulah terus seperti yang diperlihatkan Allah kepada engkau. Kami akan bersama engkau. Demi Allah, kami tidak akan berkata kepda engkau sebagaimana Bani Israel yang berkata kepada Musa, ‘Pergi engkau sendiri bersama Rabb-mu lalu berperanglah kalian berdua. Sesungguhnya kami ingin duduk saja menanti di sini saja’. Tetapi pergilah engkau bersama Rabb-mu lalu berperanglah kalin berdua, dan sesungguhnya kami akan berperang bersama kalian berdua. Demi yang mengutusmu dengan kebenaran, andaikata engkau pergi membawa kami ke dasar sumur yang gelap, maka kami pun siap bertempur bersama engkau hingga engkau bis mencapai tempat itu.”
Itulah pendapat yang disampaikan tiga komandan dari  pasukan Muhajirin Abu Bakar,Umar dan Al-Miqdad
Kemudian Rasulullah SAW ingin mendengar pendapat dari para Komandan Ansar yang kemudian dijawab oleh Sa’d bin Mua’dz sebagai berikut ;
Sa’d berkata, “Kami sudah beriman kepada engkau. Kami sudah membenarkan engkau. Kami sudah bersaksi bahwa apa yang engkau bawa adalah kebenaran. Kami sudah memberikan sumpah dan janji kami untuk patuh dan taat. Maka majulah terus wahai Rasulullah seperti yang engkau kehendaki. Demi yang mengutus engkau dengan kebenaran, andaikata engkau bersama kami terhalang lautan lalu engkau terjun kedalam laitan itu, kami pun akan terjun bersama engkau. Tak seorang pun diantara kami yang akan mundur. Kami suka jika besok engkau berhadapan dengan musuh bersama kami. Sesungguhnya kami dikenal orang-orang yang sabar dalam peperangan dan jujur dalam pertempuran. Semoga Allah memperlihatkan kepadamu tentang diri kami,apa yang engkau senangi. Maka majulah bersama kami dengan baraqah Allah.

Pada perang ini Allah Allah memberikan pertolongan dan kemenangan bagi kaum Muslimin dengan bantual Malaikat yang Allah turunkan secara bergelombang,sebagian dating lalu disusul sebagian yang lain,tidak dating secara serempak dalam satu waktu.

Semoga bermanfaat dan menambah iman dan takwa kita kepada Allah Ta’ala

Leave a Comment